Mengapa Utang Perlu Segera Diselesaikan?
Dalam ajaran Islam, utang adalah perkara serius. Karena itu, seseorang yang berutang dianjurkan memiliki niat kuat untuk melunasi dan berusaha semampunya. Jika memang sedang sulit, jangan putus asa Allah SWT Maha Membukakan jalan, dan doa adalah salah satu pintu pertolongan.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa urusan utang tidak ringan. Ini menjadi pengingat agar kita tidak meremehkan kewajiban tersebut dan tetap berjuang menuntaskannya dengan cara yang baik.
Doa 1: Doa Pagi dan Sore agar Dilapangkan dari Utang dan Kesedihan
Dikisahkan, Rasulullah SAW pernah mengajarkan sebuah bacaan kepada sahabat bernama Abu Umamah yang mengeluhkan kebingungan dan lilitan utang. Nabi SAW menganjurkan doa ini untuk diamalkan ketika pagi dan sore.
Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ،
وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Latin:
Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hammi wal hazan.
Wa a’ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal.
Wa a’ûdzu bika minal jubni wal bukhl.
Wa a’ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan,
aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan,
aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran,
aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”
Waktu Mengamalkan
- Dibaca saat pagi hari dan sore hari (istiqamah setiap hari).
- Boleh dibaca setelah sholat fardhu, atau saat hati terasa sempit karena beban utang.
- Usahakan membaca dengan penuh keyakinan, sambil memperbaiki ikhtiar dan perencanaan keuangan.
Abu Umamah menuturkan bahwa setelah mengamalkan doa tersebut, Allah SWT benar-benar menghilangkan kebingungannya dan memberi kemampuan untuk melunasi utang.
Doa 2: Doa Memohon Perlindungan dari Kekufuran, Utang, dan Kefakiran
Selain doa di atas, terdapat doa lain yang bisa diamalkan agar dimudahkan dalam urusan utang dan dijauhkan dari kefakiran.
Arab:
اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالدَّيْنِ وَالْفَقْرِ،
وَأَعُوْدُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ،
وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
Latin:
Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wad daini wal faqri,
wa a’udzubika min ‘adzabi jahannama wa a’udzu bika min fitnatid-dajjal.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, utang, dan kefakiran.
Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari azab neraka Jahanam.
Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Dajjal.”
Doa ini bisa dibaca kapan saja—terutama saat sedang diuji kesempitan rezeki, ketika hendak bekerja, atau selepas sholat, sambil memohon agar Allah SWT memudahkan jalan keluar yang halal.
Ikhtiar yang Menyertai Doa (Agar Lebih Berkah)
Doa adalah senjata orang beriman, namun ia akan lebih kuat bila disertai ikhtiar yang benar. Beberapa langkah sederhana yang bisa kamu coba:
- Niatkan melunasi dan jujur pada pemberi utang, termasuk soal kemampuan dan tempo pembayaran.
- Catat seluruh utang (jumlah, tanggal, siapa pemberi) agar tidak berantakan dan mudah diprioritaskan.
- Kurangi pengeluaran yang tidak penting sementara waktu sampai kondisi membaik.
- Perbanyak amal sesuai kemampuan: sedekah, membantu orang lain, dan menjaga sholat serta istighfar.
- Jaga rezeki yang halal, karena keberkahan sering datang ketika kita menjaga jalan yang diridhai Allah.








